Kamis, 29 September 2011

PROFIL DESA SERIBANDUNG KECAMATAN TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2010


GEOGRAFIS 
Desa Seribandung merupakan salah satu wilayah administratif Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir Propinsi Sumatera Selatan. Desa Seribandung terbagi menjadi 2 (dua) dusun, Dusun I dan Dusun II yang di pimpin oleh Kepala Dusun. Secara geografis desa ini termasuk daerah dataran rendah, ± 6 m diatas permukaan laut. Luas wilayah Desa Seribandung secara keseluruhan berkisar 188,25 ha, yang terbagi menjadi :
  • 56 ha areal pemukiman
  • 78 ha lahan perkebunan dan pertanian
  • 45 ha rawa-rawa
  • 2 ha tanah kas desa
  • 0,75 ha perkantoran pemerintah
  • 6,5 ha fasilitas umum lainnya (pemakaman, sekolah, dll)
Desa Seribandung berbatasan dengan :
  • Sebelah Timur dengan Desa Tanjung Baru Petai
  • Sebelah Barat dengan Desa Serikembang
  • Sebelah Utara dengan Areal Perkebunan Cinta Manis
  • Sebelah Selatan dengan Desa Bangun Jaya dan Desa Tanjung Tambak.
Orbitasi :
  • Jarak ke ibukota Kecamatan       : 5 km
  • Jarak ke ibukota Kabupaten         : 28 km
  • Jarak ke ibukota Propinsi              : 60 km
Sebenarnya Desa Seribandung sudah mengalami beberapa kali perpindahan lokasi pemukiman. Sejak jaman penjajahan Belanda, tercatat sudah 3 kali Seribandung berpindah lokasi. Pada awalnya Desa Seribandung terletak di“Tebing Tinggi” yang berjarak 1 km dari desa Betung. Dipinggiran rawa-rawa Penesak itulah masyarakat Seribandung dipimpin oleh seorang “Usang Agus”yang merupakan tokoh spiritual saat itu. Cukup lama penduduk Seribandung bermukim di tempat itu, sampai akhirnya berpindah ke daerah “Lubuk Tanjung dan Dusun Lamo” karena di Tebing Tinggi dirasakan tidak aman dari gangguan binatang buas dan Sindai serta Sedapak.Namun keadaan ini tidak berlangsung lama, mengingat geografis Lubuk Tanjung adalah rawa lebak, sedangkan penduduknya pada waktu itu tidak mengerti cara bertani di rawa lebak. Akhirnya penduduk Seribandung berpindah ke lokasi Desa Seribadung sekarang ini.
Mengingat seringnya perpindahan pemukiman ini, mengakibatkan wilayah Desa Seribandung sangat luas, sehingga ada ungkapan untuk menggambarkan luasnya wilayah Desa Seribandung pada waktu itu ; Di Ulu Kukok Ayam Urang Betung, Di Iler Kukok Ayam Urang Ketiau, di Laut Kukok Ayam Urang Seritanjung”

MATA PENCAHARIAN
Sebagian besar masyarakat Desa Seribandung adalah petani karet dan nenas. Kepemilikan lahan rata-rata berkisar antara  2-7 ha per KK. Disamping itu ada juga yang menjadi pedagang, tukang kayu dan batu, dan bekerja di sektor jasa lainnya. Sudah sejak lama masyarakat Seribandung terkenal sebagai tukang kayu yang handal dalam membuat rumah panggung (knock down).

Tabel 1. Jenis Mata Pencaharian Masyarakat Desa Seribandung

NO.     JENIS MATA PENCAHARIAN      JUMLAH (ORANG)
1.        Petani                                              795
2.        Buruh Tani                                       671
3.        Tukang Kayu dan Batu                    623
4.        Peternak                                          513
5.        Pedagang                                        52
6.        Pengrajin                                           7
7.        Montir                                                4
8.        TNI/POLRI                                       10
9.        PNS                                                105
10.      Paramedis                                      19
11.      Pegawai Swasta                            324
12.      Lainnya                                          579 
           TOTAL                                       3.702
           Sumber : Buku Profil Desa Seribandung, 2010

Potensi yang tak kalah pentingnya yang ada di Desa Seribandung adalah peternakan. Sebagian besar kepala keluarga mempunyai ternak sapi. Selain sebagai keahlian yang sudah ada sejak turun temurun, masyarakat juga beranggapan bahwa sapi merupakan investasi yang cukup menjanjikan dan bernilai sosial tinggi. Tercatat tak kurang dari 1.902 ekor sapi, 65 ekor kerbau, 765 ekor kambing, dan sisanya unggas yang dipelihara oleh masyarakat Desa Seribandung.

KEPENDUDUKAN 
Menurut sejarahnya, Desa Seribandung telah ada sejak tahun 1801 pada masa pemerintahan marga dan merupakan keturunan dari Marga Tanjung Batu. Mayoritas pendudukan Desa Seribandung saat ini adalah Suku Penesak, yaitu suku mayoritas yang mendiami wilayah Kecamatan Tanjung Batu. Selain suku Penesak, sebagian lagi berasal dari etnis Jawa, Komering, Bugis, dan Palembang.

Data kependudukan tahun 2010 :
No.     Nama Dusun        Jumlah KK           Statistik                  Ket. Jumlah
                                                                   Pria          Wanita
 1        Dusun I                        502             985             978                2115
 2        Dusun II                      445              872             867                1587
          Jumlah                       947             1857         1845             3.702 
Sumber : Sensus Penduduk, 2010. 

KEPENDIDIKAN
Sebagian besar penduduk Desa Seribandung memiliki pendidikan SMA sederajat keatas, hal ini ditunjang oleh keberadaan Pondok Pesantren Nurul Islam (PPNI) yang sudah cukup lama berdiri dan menjadi pelopor pendidikan agama di Sumatera Selatan. Cukup beragam fasilitas pendidikan yang ada, sejak dari PAUD hingga SMA. Hal ini cukup dimaklumi mengingat Desa yang memiliki motto“Caram Seribandung” ini sudah lama dikenal sebagai desa yang mempelopori bidang pendidikan. PPNI sudah berdiri sejak tahun 1932 yang merupakan cikal bakal terbentuknya Pesantren Nurul Islam (bahkan pernah menyelengarakan perguruan tinggi Nurul Islam yang bekerja sama dengan IAIN Raden Fatah Palembang) ; SMP YPLP PGRI yang berdiri tahun 80-an merupakan salah satu SLTP yang tertua di Kecamatan Tanjung Batu, dan bahkan di tingkatan TPA pun Seribandung merupakan desa pertama di Kecamatan Tanjung Batu yang menyelanggarakan pendidikan TPA.

Tingkat pendidikan masyarakat  Desa  Seribandung  Tahun 2010
No    Tingkat Pendidikan           Jumlah (orang)
1.      Belum Sekolah                        316
2.      Tidak Tamat SD                        82
3.      Tamat SD/sederajat               636
4.      Tamat SLTP/sederajat            443
5.      Tamat SLTA/sederajat          1174
6.      Tamat Diploma (D1, D2, D3)   548
7.      Tamat Perguruan Tinggi          503
Jumlah                                       3.702

Sarana dan Prasarana Pendidikan Desa Seribandung Tahun 2010. 
                  Jumlah/Unit Jumlah Murid      Jumlah Guru       Status Gedung
 PAUD         1                     125                          8                            Milik Sendiri
 TKA/TPA    3                      40                         15                            Milik Sendiri
 SDN           2                    477                         42                            Milik Sendiri
 SMP           3                    498                         40                            Milik Sendiri
 SMA           2                   150                          30                            Milik Sendiri
 Lembaga   8                      16                          16                            Milik Sendiri
 Keagamaan

KESEHATAN
Fasilitas kesehatan yang ada di desa berupa : Puskesmas Pembantu 1 (satu) unit,  Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) 1 (satu) unit, Posyandu  2 (dua) unit, sedangkan tenaga kesehatan/medis : Dokter belum ada, Bidan Desa 1 (satu) orang,  perawat 8 (lima) orang PNS dan 5 (tiga) orang TKS dan kader posyandu 10 (sepuluh) orang.
Semua rumah di Desa Seribandung mempunyai sumur, WC atau jamban dan saluran pembuangan air limbah. Dan yang tak kalah pentingnya bahwa selama 2 tahun terakhir ini tidak ada penyakit menular. 

AGAMA 
Mayoritas masyarakat Desa Seribandung beragama Islam. Fasilitas ibadah terdiri 2 (dua) buah Masjid, dan 4 (empat) buah musholla.

PRASARANA DAN SARANA TRANSPORTASI 
Untuk mencapai Desa Seribandung cukup mudah dari berbagai tempat. Jarak tempuh dari Kota Palembang hanya sekitar 1,5 jam dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi. Sedangkan ke ibukota Kabupaten hanya 45 menit. Transportasi cukup beragam, mulai dari bus umum sampai ojek. Semua jalan beraspal sampai kedalam desa, dan didalam desa sendiri banyak jalan setapak yang menghubungkan beberapa ruas jalan dalam desa.

PRASARANA DAN SARANA TELEKOMUNIKASI
Telepon seluler merupakan sarana komunikasi utama yang saat ini digunakan oleh sebagian besar masyarakat Desa Seribandung. Cukup banyak operator yang dapat menjangkau wilayah ini, Telkomsel, Indosat, Exelindo, dan juga tersedia sambungan telepon rumah dari Telkom yang juga banyak digunakan masyarakat.

PRASARANA DAN SARANA  LISTRIK
Sebagian besar rumah-rumah penduduk sudah dialiri listrik. Energi listrik yang digunakan masyarakat saat ini sebagai sumber penerangan dominan berasal dari PLN dan tenaga diesel pribadi.

PEMERINTAHAN
Desa Seribandung terbagi menjadi 2 (dua) dusun, Dusun I dan Dusun II yang di pimpin oleh Kepala Dusun. Pemerintah desa sendiri dipimpin oleh Kepala Desa, yang dulunya disebut Kerio dan Kepala Dusun disebut Pengawo. Hingga saat ini tercatat Seribandung sudah memiliki 14 (empat belas) Kerio dan Kepala Desa.
Saat sekarang ini Seribandung memiliki  Pemerintahan desa yang terdiri dari:
Kepala Desa,
  • 1 (satu) orang Sekretaris Desa,
  • 3 (tiga) orang Kepala Urusan
  • 2 (tiga) orang Kepala Dusun.
Sedangkan lembaga legislatif desa yakni Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang saat ini beranggotakan 11 orang yang merupakan refresentatif dari masyarakat desa. Sedangkan sarana dan prasarana pemerintahan desa 1 buah kantor pemerintah desa, 1 buah balai desa, dan buku-buku administrasi pemerintahan yang lengkap yang mendukung tertib administrasi di bidang pemerintahan desa.

LEMBAGA KEMASYARAKATAN
Selain lembaga pemerintahan, Desa Seribandung juga memiliki lembaga kemasyarakatan yang cukup lengkap antara lain :
1.    Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM-D)
2.    Rukun Tetangga (RT)
3.    PKK
4.    Karang Taruna
5.    Pengajian Al-Hidayah
6.    KASBITI (Kelompok Amal Kematian)
7.    Lembaga Pemangku Adat (LPA).
8.    Lembaga Keuangan Perempuan Usaha kecil (LKPUK) “Melati”
9.    Sanggar "PRIMA"

Selasa, 20 September 2011

SEJARAH KELAHIRAN KELURAHAN TANJUNG BATU KAB OGAN ILIR

ASAL USUL NENEK MOYANG DESA TANJUNG BATU
Pada zaman purba  hiduplah sekelompok manusia yang peradabannya masih rendah cikal bakal yang pada waktu sekarang ini menjadi nenek moyang penduduk asli asal Desa TANJUNG BATU. Kehidupan mereka dihutan belantara dan hidup dengan berkelompok-kelompok.
± tahun 1600 suatu tempat di hutan yang lebat terdapat sungai kecil yang lazim disebut Payo, di sungai-sungai kecil inilah tempat tinggal untuk mencari makan, berkebun, menangkap ikan, berburu dan lain-lain.
Tersebutlah mereka ini orang Suku “Kubu yang kehidupan sehari-hari sangat sederhana, antara Suku Kubu dengan Suku lainnya sudah saling kenal dan jauh di sebelah utara tinggal suku kubu TELUK BALAI (Sentul). Kubu Burai, Suku Cambai dan Suku Belido, didalam kelangsungan kehidupan mereka tidak pernah saling ganggu.
Suatu tempat bernama PAYO LINTAH tinggallah Suku Kubu dengan mendirikan gubuk-gubuk sederhana (Rompok) kepala rompok bernama USANG RAJO SETAN sebagai pelindung. Disekitar PAYO LINTAH tinggal pula kelompok lainnya seperti di PAYO BATU dan PAYO TRAP (Arah ke Burai ± 6 km) sedangkan di Selatan tinggal pula Suku Kubu Lebar Tapak (TANJUNG ATAP) di PAYO BULUH.
KEHIDUPAN AGAMA DAN ADAT KEPERCAYAAN
Kehidupan sehari-hari mencari binatang buruan, alat untuk menangkap ikan, mencari pucuk kayu sebagai sayur mayur di hutan, membuat alat untuk menangkap ikan seperti bubu seruo dan lain sebagainnya yang pada hari tertentu bertemu pada suatu tempat semacam pasar kecil untuk saling tukar menukar, hasil hutan tersebut sebagai alat untuk berbelanja.
Mereka belum mengenal agama dan adat istiadat, pengertian mereka tentang hujan, petir, guruh, angin mempunyai kepercayaan kekuatan gaib yang dianggapnya bertuah dan kadang-kadang dianggap malapetaka. Pohon-pohon besar, tempat-tempat tinggal tertentu mempunyai kekuatan gaib dan mempunyai ROH, paham yang dianut Animisme dan Dinamisme.
ASAL MULANNYA NAMA TANJUNG BATU
Melalui proses yang panjang dalam kurun waktu yang cukup lama kehidupannya berpindah-pindah tempat dari Payo Lintah pindah ke Payo Batu selang beberapa tahun pindah ke Payo Trap mencari ladang baru disamping itu sering mendapat gangguan dari binatang-binatang buas seperti harimau, beruang dan sebagainya juga binatang berkuku panjang yang dinamakan Setan atau Sindai.
KEHIDUPAN DAN PERKEMBANGAN
Perkembangan seterusnya berpindah tempat mencari sungai (Sekarang Lebak Meranjat). Tinggallah mereka disebuah Tanjungan dekat sungai, mereka menyebar di seputar Tanjungan ini rompok “>demi “>rompok demi rompok mendirikan rumah-rumah bertiang tinggi menghindari serangan/demi untuk keamanan.
Tanjungan Tanjungan “>ini banyak terdapat batu kerikil merah (karangan) yang pada akhinya disebutnya Tanjungan Batu atau Tanjung Batu di kampung ASAM JAWA sekarang.
Dalam Bercocok tanam untuk menentukan musim tanam mereka sudah mengenal perbintangan menentukan saat tanam padi, musim kemarau, hujan dan sudah dapat menentukan Utara Selatan Barat dan Timur, peradaban berkembang penduduk bertambah pada akhirnya menetap di daerah ini menjadi sebuah dusun dan masuknya agama Islam di Tanjung Batu.  Selain itu, nenek moyang Tanjung Batu juga banyak keahlian seni kerajinan yaitu kerajinan emas, perak, pakaian hias penganten, serta ukir-ukiran.  Kemampuan kerajinan ini terus berkembang dan mengalami kemajuan pesat hingga terkenal sampai ke luar Sumatra bahkan ke Singapura dan Malaysia.


PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN KELURAHAN TANJUNG BATU
Pada tahun 2004 melalui Perda Kabupaten OKI telah diubah status Desa Tanjung Batu menjadi Kelurahan Tanjung Batu. Pejabat Lurah Pertama adalah Abdul Somad kemudian pada tahun 2006 Kelurahan Tanjung Batu dimekarkan menjadi 2 Kelurahan yakni menjadi Kelurahan Tanjung Batu dan Kelurahan Tanjung Batu Timur sesuai dengan Perda Kabupaten Ogan Ilir Nomo 22 Tahun 2006, namun pelantikan pejabat Lurah baru dilakukan pada tahun 2009 sesuai dengan ketentuan PP Nomor 73 tahun 2005 tentang Kelurahan.

Jumat, 02 September 2011

KANTOR CAMAT TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR

MOTTO KECAMATAN TANJUNG BATU
" PENESAK " = PARTISIPATIF, ELOK, NYAMAN, EDUKATIF, SANTRI, AMAN, DAN KERAJINAN (INDUSTRI)