Selasa, 01 November 2011

KEGIATAN PAUD DESA BANGUN JAYA, TANJUNG BATU



Anak-anak PAUD Permata Hati Desa Bangun Jaya Kec Tanjung Batu saat nyanyi bersama para Tutor PAUD : (1) Rukmanah, (2) Nuryati, (3) Rukmini, dan (4) Syarifa Lina,dan orangtua anak didik.
BANGUN JAYA - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tanjung Batu yang didirikan pada 5 Maret  2007 diberi nama PAUD PERMATA HATI.  PAUD Permata Hati Bangun Jaya dibina oleh Tim Penggerak PKK Desa Bangun Jaya.  Saat ini (tahun 2011/2012) membina murid usia 4 sampai 6 tahun sebanyak 46 orang.  Tenaga Pendidik PAUD Permata Hati Bangun Jaya dibina oleh Tutor sebanyak 4 orang dengan Pengelola PAUD ibu Kepala Desa Bangun Jaya Yusna Meriawati.   Nama-nama Tutor PAUD Permata hati Bangun Jaya adalah : (1) Rukmanah, (2) Nuryati, (3) Rukmini, dan (4) Syarifa Lina.
Anak didik PAUD Permata Hati saat belajar keterampilan menggunakan alat peraga seadanya.
Sejak didirikan pada tahun 2007, sampai saat ini telah menghasilkan tamatan PAUD sebanyak 85 orang anak.  Mata pelajaran yang diberikan pada pendidikan PAUD Permata hati meliputi : Pendidikan Agama Islam, Daya Fikir, Kemampuan Berbahasa meliputi Menulis dan Membaca, Bernyanyi, Keterampilan dan Seni, dan Olah Raga.  Gedung PAUD Permata Hati Bangun Jaya menggunakan Gedung Balai Desa Milik Pemerintah Desa Bangun Jaya.  Sarana-prasarana yang dimiliki belum begitu lengkap, yakni baru memiliki alat bermain Ayunan, Jungkitan, Balok dari kayu. Karena itu, Pengelola PAUD Permata Hati masih mengharapkan uluran tangan Pemerintah baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui TP PKK Kabupaten dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir untuk dapat memberikan bantuan : Alat Permainan Edukatif (APE).  
Suasana belajar anak PAUD, belajar berkreatifitas sendiri
Alat Permainan Edukatif yang diperlukan adalah :  Lemari Penyimpanan APE, Menara Bentuk, Puzzle Gagang, Pasang Segi Tiga,  Puzzle Angka Huruf, Mobil Mini, Standing Puzzle, Mobil Binatang, Pasang Angka, Menara Pohon, Kawat Ajaib, Pinball Makan Angka, Balok Angka, Alat Transportasi, Pukulan.  Sedangkan Alat Permainan Edukatif yang berada di luar yang diperlukan adalah : Prosotan dan Ayunan.  Dengan alat permainan edukatif diharapkan akan dapat mempermudah kegiata Belajar - Mengajar di lembaga PAUD ini. Prestasi yang pernah diukir PAUD Permata Hati Bangun Jaya antara lain : Juara I lomba PAUD Tingkat Kecamatan Tanjung Batu, dan Lomba mewarnai Tingkat Kecamatan Tanjung Batu.

Minggu, 16 Oktober 2011

SEJARAH TENUN SONGKET DI SUMATERA SELATAN

Cik Imah pengrajin tenun songket dari desa Limbang Jaya Kecamatan Tanjung Batu
OGAN ILIR adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Di daerah ini ada sebuah kerajinan tenun yang biasa di sebut “Tenun/sewet Songket Sumatera Selatan”. Songket adalah kain tenun yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan sebagai hiasan dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas benang lungsin. Kata “ Songket “ itu sendiri berasal dari kata “Tusuk“ dan “Cukit“ yang diakronimkan menjadi “Sukit” kemudian berubah menjadi “Sungki”, dan akhirnya menjadi “ Songket”.

Di Kabupaten OGAN ILIR, sentra pembuatan Tenun Songket terdapat di Kecamatan Tanjung Batu antara lain Kelurahan Tanjung Batu, Desa Tanjung Atap, Tanjung Pinang, Limbang Jaya, Tanjung Laut, di Kecamatan Indralaya Selatan di Desa Tanjung Dayang, di Kecamatan Indralaya di Desa Muara Penimbung, Talang Aur dan Tunas Aur, di Kecamatan Pemulutan Barat Desa Talang Pangeran Ulu, Talang Pangeran Ilir, Suka Rami, dan di Kecamatan Pemulutan di Desa Pemulutan Ilir, Pegayut, Pelabuhan Dalam dan Simpang Pelabuhan Dalam.
Usaha pembuatan tenun songket di Kabupaten OGAN ILIR Sumatera Selatan dilakukan secara keluarga, mulai dari ibunya sampai pada anak-anaknya. Sejak kecil anak-anak pengarajin songket sudah diajarkan, sehingga usaha tenun songket dapat berlangsung secara turun temurun dilestarikan oleh keluarga tersebut. Saat ini usaha ini sudah banyak menyebar ke tempat-tempat lain seiring dengan berpindahnya pengrajin tersebut seperti di Kota Indralaya, Kota Palembang, Prabumulih, Jambi dan Bangka. Saat ini pengrajin tenun songket di Kota Palembang sebagian besar asli dan berasal dari Ogan Ilir. Produk tenun Songket yang banyak dipasarkan pada gallery, outlet, ruko dan swalayan di Kota Palembang pun sebagian besar produk asli pengrajin dari Kabupaten OGAN ILIR SUMATERA SELATAN, yang produknya dikenal dengan Tenun Songket Palembang oleh daerah lain di Indonesia.
Tenun SONGKET dari daerah OGAN ILIR Sumatera Selatan sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Teknologi pembuatanya sebenarnya bukan murni berasal dari daerah tersebut , melainkan dari China, India dan Arab. Adanya perdagangan antara bangsa-bangsa asing yang telah diserap oleh masyarakat Ogan Ilir adalah teknologi pembuatan kain tenun yang hingga kini masih dilakukan oleh sebagian masyarakatnya.
Kain tenun songket OGAN ILIR Sumatera Selatan banyak dipakai oleh kaum perempuan dalam upacara adat perkawinan, baik oleh mempelai perempuan, penari perempuan maupun tamu undangan perempuan yang menghadirinya . Selain itu, songket juga di pakai dalam acara-acara resmi penyambutan tamu (Pejabat) dari luar maupun dari OGAN ILIR Sumatera Selatan sendiri. Pemakaian songket yang hanya terbatas pada peristiwa-peristiwa atau kegiatan-kegiatan tertentu tersebut disebabkan karena songket merupakan jenis pakaian yang tinggi nilainya, sangat di hargai oleh msyarakat Sumatera Selatan.
Pada zaman dahulu (Kerajaan Sriwijaya) kain tenun songket OGAN ILIR Sumatera Selatan tidak hanya diperdagangkan di daerah sekitarnya (Di Pulau Sumatra Saja), Melainkan juga keluar negri, seperti : Tiongkok, Siam, India dan Arab. Namun, pada saat penjajahan belanda dan jepang, tenun songket tersebut mengalami kemunduran. Bahkan, saat terjadinya Revolusi fisik (1945— 1950) Kerajinan tenun songket di OGAN ILIR Sumatera Selatan sempat terhenti karena tidak adanya bahan baku. Namun, di permulaan tehun 1960-an tenun songket OGAN ILIR Sumatera Selatan mengalami kemajuan yang pesat karena pemerintah menyediakan dan mendatangkan bahan baku serta membantu pemasarannya. Pada tahun 2006-2007, melalui Dinas Koperasi UMKM Industri dan Perdagangan Kabupaten Ogan Ilir, telah diberikan pembinaan dan Pelatihan khusus MEMBUAT POLA (CUKIT) dan Keterampilan Menenun Songket serta diberikan bantuan peralatan dan Bahan Baku Tenun, khususnya pengrajin di Kecamatan Pemulutan Barat, Pemulutan dan Indralaya. Kemudian pada era 2008 Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui pembinaan Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Ilir dibawah pimpinan Hj. Fauziah Mawardi, S.Pd. dengan gigih memperjuangkan kemitraan dengan BUMN Bank BNI 1946 dan Organisasi Citra Tenun Indonesia. Hasil upaya ini, para pengrajin songket tidak lagi mengalami kesulitan dalam mencari modal dan bahan baku, karena mendapatkan pasokan dari Bank BNI 1946 dan sekaligus pemasaran yang dibantu oleh Citra Tenun Indonesia (CTI) Jakarta.
Pengerjaan kain tenun di OGAN ILIR Sumatera Selatan umumnya di kerjakan secara “Sambilan” oleh gadis-gadis remaja yang menjelang berumah tangga dan ibu-ibu yang sudah lanjut usia sambil menunggu waktu menunaikan ibadah sholat. Pada umumnya pembuatan songket di kerjakan oleh kaum perempuan.
Dewasa ini pengrajin tanun songket OGAN ILIR Sumatera Selatan tidak hanya memproduksi satu jenis songket tertentu, seperti sarung. batik dan kain. Akan Tetapi, seiring dengan perkembangan zaman, sudah merambat ke produksi jenis lain, seperti : gambar dinding, taplak meja, permadani bergambar, baju wanita, suprey, baju , kursi bantal permadani, selendang, serbet, kain lap dapur, sapu tangan, bahan kemeja, dan tussor (bahan tenun diagonal).

10 PROGRAM POKOK PKK

1. Penghayatan dan Pengamalan PANCASILA
Pancasila adalah landasan ideologi negara Indonesia, dan terdiri dari 5 prinsip yang tidak terpisahkan, meliputi : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila digali dari nilai budaya Indonesia, yang mencakup kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghargai dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, lebih mementingkan kepentingan nasional dari pada kepentingan diri sendiri atau keluarga. Mengembangkan rasa kebersamaan, taat pada peraturan dan hukum yang berlaku, berbudi pekerti luhur serta berwatak mulia.
2. Gotong Royong
Ini adalah sikap kebersamaan, saling membantu. Sikap gotong royong sudah ada dalam tradisi, budaya hidup masyarakat, seperti : Arisan, Sambatan, Patungan, Jimpitan
3. Pangan
Dalam hal pangan, PKK menggalakkan penyuluhan untuk pemanfaatan pekarangan, antara lain dengan menanam tanaman yang bermanfaat, seperti sayuran, ubi-ubian, buah-buahan dan bumbu-bumbuan. Bahkan juga dianjurkan memelihara unggas dan ikan serta cara pemeliharaannya di lahan pekarangan mereka sendiri. Hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga, dan selebihnya dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga dan meningkatkan penganekaragaman pangan lokal. Pembinaan teknis diadakan dalam kerjasama dengan dinas pertanian setempat.
4. Sandang
Sebagai salah satu kebutuhan dasar, pakaian sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian, sikap, perilaku dan kesehatan. Di berbagai daerah, PKK menggalakkan upaya untuk dapat memanfaatkan produk bahan dan corak pakaian setempat, dengan mencintai produksi dalam negeri.
5. Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga
Rumah bukan sekedar tempat untuk berteduh saja. Rumah adalah tempat dimana keluarga dapat hidup bersama dan meningkatkan kualitas hidupnya, dalam lingkungan yang nyaman, damai, bersih dan apik.
Orang perlu mengetahui bagaimana menata rumah sehat, menarik dan nyaman. Selain itu, perlu pula mengetahui bagaimana menjaga kebersihan rumah dan memanfaatkan pekarangan.
6. Pendidikan dan Keterampilan
Dalam hal ini PKK memanfaatkan jalur pendidikan non-formal. Dengan adanya Program “Wajib Belajar”, maka PKK menganjurkan keluarga untuk dapat memberikan pendidikan yang baik bagi putera-puterinya. Anak laki-laki maupun perempuan, perlu mendapat kesempatan belajar yang sama. Sebagai mitra pemerintah, maka dewasa ini PKK juga berperan dalam melaksanakan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Bina Keluarga Balita (BKB).
Dalam rangka Pemberantasan Buta Aksara, PKK melaksanakan “Paket A, B dan C”, yang dapat disejajarkan dengan SD, SMP dan SMU. PKK percaya bahwa pendidikan adalah proses seumur hidup. PKK juga melaksanakan program Keaksaraan Fungsional. Proses belajar program ini berdasarkan jenis pekerjaan yang dibutuhkan peserta kursus.

Selesai kursus kelompok belajar diikutkan dalam kursus keterampilan kerja, dan selanjutnya kelompok diberi modal usaha. Selain dari itu, PKK juga menggalakkan pelatihan atau kursus untuk membuat berbagai kerajinan tangan, produk-produk makanan dan minuman yang hasilnya dapat dijual. Ini membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
7. Kesehatan
Kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia. Orang harus belajar bagaimana cara menjaga, memelihara kesehatan diri, keluarga dan lingkungannya. Memelihara kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya sangat erat kaitannya dengan persoalan kemiskinan dan ketidak tahuan, serta pendidikan yang rendah.
Setiap orang mempunyai tugas kewajiban dan bertanggung-jawab untuk memelihara kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya. Orang harus tahu dan mewujudkannya dalam sikap hidup sehari-hari untuk hidup bersih dan sehat, menjaga lingkungan yang sehat, baik di dalam, maupun diluar rumah. Perhatian khusus ditujukan pada kesehatan ibu dan anak, pasangan usia subur, ibu hamil dan ibu menyusui. Untuk mendekatkan sistem pelayanan kesehatan kepada golongan ini, dibentuk Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU), dengan kader Posyandu yang terlatih.
Ada 5 Pelayanan Dasar di Posyandu, yaitu : Imunisasi, Gizi, Keluarga Berencana, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan Penanggulangan Diare. Secara teratur ibu hamil memeriksakan diri di Posyandu, dan membawa anak balitanya untuk pemeriksaan kesehatan (penimbangan anak dan imunisasi). Penyuluhan tentang kesehatan, gizi dan keluarga berencana diadakan di Posyandu, bahkan diadakan pula pemberian maknan tambahan serta demonstrasi tentang makanan bergizi.
Kader Posyandu mendapat pelatihan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kesehatan yang menjadi program Posyandu. Untuk menjaga semangat kerja Kader Posyandu, PKK menyelenggarakan Jambore Nasional Kader Posyandu yang diadakan sekali dalam lima tahun. Pengalaman menyatakan bahwa hal ini sangat membantu dalam upaya memotivasi semangat kerja kader bahkan juga Tim Penggerak PKK setempat.
Untuk meningkatkan kepedulian kepada para lanjut usia (Lansia), diadakan juga Posyandu Lansia.
8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
PKK menganjurkan pembentukan koperasi sebagai upaya pemberdayaan keluarga dengan meningkatkan pendapatan. Koperasi juga merupakan jalur yang baik dalam melatih mewujudkan prinsip kehidupan demokratis dan kerjasama antar-manusia. Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di beberapa daerah ditingkatkan menjadi koperasi.
Selain manfaat bagi peningkatan ekonomi keluarga, koperasi juga dapat menjadi jalur menciptakan lapangan kerja setempat.
9. Kelestarian Lingkungan Hidup
Program ini sangat membantu dalam menjaga keseimbangan lingkungan secara ekologis. Menjaga kelestarian lingkungan menjadi faktor yang sangat penting dewasa ini. Banyak bencana alam yang disebabkan karena lingkungan yang rusak. PKK memberikan penyuluhan sederhana agar lingkungan tidak dirusak dan mencegah pencemaran sumber air, antara lain tidak membuang sampah di sungai atau selokan, serta melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dan penyuluhan – penyuluhan kesehatan lingkungan.
10. Perencanaan sehat
Perencanaan sehat mencakup antara lain upaya meningkatkan kemampuan keluarga untuk mengelola keuangan keluarga secara efektif, efisien dengan memperhatikan kepentingan masa depan.
Anjuran untuk meyimpan uang di Bank, melaksanakan Keluarga Berencana, adalah anjuran kongkrit yang digalakkan dalam program ini. Dalam hal keuangan dianjurkan agar hidup keluarga tidak “besar pasak dari tiang”.

Mampu untuk membagi waktu dengan baik, yaitu waktu untuk mengelola rumahtangga, untuk bekerja, beristirahat, santai bersama keluarga, membagi pekerjaan dikalangan anggota keluarga yang didasarkan kemampuan masing-masing. Semua ini dapat membantu dalam upaya membangun kehidupan keluarga yang lebih teratur, terarah, efektif, efisien dan membawa bahagia bagi setiap anggota.

Jumat, 07 Oktober 2011

PROFIL DESA SERITANJUNG KECAMATAN TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR PROVINSI SUMATERA SELATAN

I.        GEOGRAFIS DESA
Kantor Kepala Desa Seritanjung, perlu perhatian kita bersama.
Desa Seritanjung merupakan salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Propinsi Sumatera Selatan. Secara geografis Desa Seritanjung terletak antara 103°58'30" Bujur Timur sampai 104°40'10" Bujur Timur dan antara 3°17'10" Lintang Selatan sampai 3°18'00"  Lintang Selatan. Pembagian wilayah Pemerintahan Desa Seritanjung terbagi menjadi 5 (lima) dusun, Dusun I,  Dusun II Dusun III Dusun IV dan Dusun V yang di pimpin oleh Kepala Dusun. Secara geografis desa ini termasuk daerah dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 6 m diatas permukaan laut. Luas seluruh wilayah Desa Seritanjung adalah 985 hektar, yang terbagi menjadi  2 bagian besar yaitu : Wilayah Bangunan seluas 30,25 hektar dan wilayah Pertanian seluas 954,75 hektar. Secara rinci luas wilayah desa Seritanjung terdiri dari :
a.                        LAHAN KERING                 :  764,0 hektar, meliputi :
(1)    Pekarangan                                :  30,25 hektar
(2)    Tegalan / Huma                        :  680,75 hektar
(3)    Lahan Kritis                              :  16 hektar
(4)    Hutan / belukar                        :  37 hektar
b.                            LAHAN RAWA-RAWA                     :  25 hektar

c.                              LAHAN PERSAWAHAN LEBAK     :  196 hektar, meliputi :
(1)    Lebak Pematang                      : 137,2 hektar
(2)    Lebak Tengahan                       :   58,8 hektar
(3)    Lebak Dalam                              :   --

Wilayah Desa Seritanjung berbatasan dengan :
v    Sebelah Timur dengan Desa Seribandung dan Perkebunan Tebu Cinta Manis
v    Sebelah Barat dengan Desa Tanjung Lalang Kecamatan Payaraman
v    Sebelah Utara dengan Desa Bangun Jaya
v    Sebelah Selatan dengan Desa Serikembang I.
Instalasi PAM IKK Seritanjung, kapasitas 10 liter per detik siap melayani
8 desa sekitar Seritanjung Ogan Ilir
Sungai yang melewati Desa Seritanjung adalah Batang Hari Rengas, Payo Perigi, Payo Serdang, Payo Penyurok semuanya bermuara di sungai lebak Meranjat. Terdapat 2 buah sumber mata air yaitu (1) terletak di Payo Penyurok dan (2) terletak di Belakang SD Negeri Nomor 01 Seritanjung yang saat ini disekitar sumber air tersebut dibangun Instalasi Pengambilan Air (IPA) Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Ogan atau bernama IKK Seritanjung.  IKK Seritanjung memiliki kapasitas 10 liter per detik yang melayani 488 sambungan rumah dari 8 desa yang dilayani PAM, yaitu : Desa Seritanjung, Bangun Jaya, Seribandung, Tanjung Tambak, Tanjung Tambak Baru, Serikembang I, Serikenbang II dan Serikembang III.
Selain itu, di Desa Seritanjung terdapat bekas Sumur Minyak dan Gas Bumi yang terdapat di sebelah laut Pekuburan Lubuk Lesung, peninggalan Belanda Sumur Migas ini diperkirakan masih mengandung Migas yang dapat dieksplorasi/diproduksi.
Adapun jarak tempuh dari Desa Seritanjung ke Pusat Pemerintahan lainnya adalah :
v    Jarak ke ibukota Kecamatan         : 6 km
v    Jarak ke ibukota Kabupaten         : 29 km
v    Jarak ke ibukota Propinsi              : 61 km

II.      KEADAAN PENDUDUK
Pada awal tahun 2011 jumlah penduduk Desa Seritanjung berjumlah 4.139 jiwa, terdiri dari Laki-laki sebanyak 2.035 jiwa dan perempuan sebanyak 2.104 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 993 KK.
Menurut jenis mata pencaharian, penduduk Desa Seritanjung terdiri dari :
(1)    Petani                                  :  361 KK
(2)    Kerajinan Kecil                    :    44 KK
(3)    Dagang                                :  190 KK
(4)    PNS/TNI/POLRI/Pensiunan :    98 KK
(5)    Buruh dan Sopir                  :  175 KK
(6)    Nelayan                              :    34 KK
(7)    Peternak                             :    70 KK
(8)    Lain-lain                             :    21 KK
Jumlah                       :    993 KK
Pengrajin Sulaman Border Seritanjung yang sudah hampir punah, tidak dilestarikan lagi.

Komposisi jumlah penduduk Desa Seritanjung menurut umur, terdiri dari :
(1)    Bayi kurang dari 1 tahun                                      :  221 orang
(2)    Balita 1 sampai 4 tahun                                        :  383 orang
(3)    Anak-anak 5 sampai 6 tahun                               :  295 orang
(4)    Anak-anak 7 sampai 12 tahun                             :  487 orang
(5)    Anak-anak 13 sampai 15 tahun                           :  372 orang
(6)    Remaja 16 sampai 18 tahun                                 :  896 orang
(7)    Dewasa 19 sampai 59 tahun                                :  786 orang
(8)    Lansia 60 tahun keatas                                        :  689 orang
Jumlah                                                          :  4.139 orang

Jumlah penduduk Desa Seritanjung  Menurut Tingkat Pendidikan, terdiri dari :
1)      Tidak/Belum Sekolah        :     595 orang
2)      Sekolah Dasar sederajat   :     658 orang
3)      Tidak Tamat SD sederajat :    113 orang
4)      Tamat SD sederajat           : 1.235 orang
5)      Tamat SMP sederajat       :     709 orang
6)      Tamat SMA sederajat      :     543 orang
7)      Tamat Diploma 1, 2 dan D3 :  97 orang
8)      Tamat Akta IV dan Sarjana  :  89 orang
Jumlah                         : 4.139 orang
III.    POTENSI SUMBER DAYA ALAM
Potensi Sumber Daya Alam yang ada di Desa Seritanjung terdiri dari :
A.      UMUM
(1)    Tanah Kebun                                            :  120,5 ha
(2)    Tanah Ladang                                           :      12 ha
(3)    Padang Rumput                                         :     16 ha
(4)    Hutan Rakyat                                            :    137 ha
(5)    Perkebunan Rakyat (karet)                         :    371 ha
(6)    Tanah Pekarangan                                      : 103,5 ha
(7)    Rawa-rawa                                               :      25 ha
B.      SARANA KESEHATAN
Puskesmas Seritanjung, tempat pelayanan kesehatan gratis warga
Desa Seritanjung dan sekitarnya.
(1)    Puskesmas Pembantu                          :  1 unit
(2)    Pos Pelayanan Terpadu                       :    4 unit
(3)    Paramedis                                           :  16 orang
(4)    Dokter                                                :    1 orang
(5)    Dukun Terlatih                                    :    2 orang
(6)    Bidan Desa                                        :    3 orang
C.     PERTANIAN TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA
(1)    Padi ladang                                             :  18 ha
(2)    Tanaman nenas                                       :  54 ha
D.      PETERNAKAN
(1)    Ternak Sapi                                           :    45 ekor
(2)    Ternak Kerbau                                     :     16 ekor
(3)    Ternak Ayam                                       :  2.577 ekor
(4)    Ternak Bebek/Itik                                 :   805 ekor
(5)    Ternak Kambing                                    :    59 ekor
(6)    Ternak Domba                                      :   118 ekor
(7)    Ternak Angsa                                        :    25 ekor
E.       PERKEBUNAN
(1)    Pemilik Tanah Kebun                                   :  219 KK
(2)    Tidak Memiliki Tanah Kebun/Penggarap      :  417 KK
(3)    Memiliki Kebun kurang dari 0,5 ha              :  328 KK
F.       SUMBER DAYA AIR
(1)    Sumur Gali                                 :  657 buah
(2)    Sumur Pompa Air Dangkal        :  183 buah
(3)    Pengguna Air PAM                 :  141 sambungan rumah
G.     KELEMBAGAAN DESA
1)      Pemerintah Desa
a)      Jumlah Perangkat Desa                : 9 orang
b)      Jumlah Kepala Dusun                  : 5 orang
c)       Jumlah Ketua RT                        : 10 orang
2)      BPD
-          Jumlah anggota                       : 11 orang
3)      Kemasyarakatan
a)      Dharma Wanita                                   : 57 orang
b)      Karang Taruna                                  : 792 orang
c)       LPMD                                             :   32 orang
Sarana Pasar / Kalangan Seritanjung pada hari sabtu, sudah cukup
umur untuk dapat diperbaiki... 
4)      Ekonomi
a)      Industri Kerajinan                                     :   9 unit
b)      Koperasi Simpan Pinjam                         :   8 kelompok
c)       Sarana Angkutan Umum roda 4              : 64 buah
d)      Pasar Kalangan                                      : 1 unit
e)      Tempat Pelelangan Karet                        : 1 unit
5)      Sarana Pendidikan
a)      Sarana PAUD                                    : 1 unit
v  Jumlah Guru/Tutor                    : 10 orang
v  Jumlah Murid                           : 60 orang
b)      Sarana TK/TPA                                 : 3 unit
v  Jumlah Guru                             : 21 orang
v  Jumlah Murid                           : 207 orang
Gedung TK Dharma Wanita Desa Seritanjung, yang mempersiapkan
generasi muda sejak Dini yang berkualitas dan beriman.
c)       Sarana SD sederajat                      : 5 unit
v  Jumlah Guru                             : 63 orang
v  Jumlah Murid                           : 734 orang
d)      Sarana SMP sederajat                  : 3 unit
v  Jumlah Guru                             : 54 orang
v  Jumlah Murid                           : 242 orang
e)      Sarana SMA sederajat                  : 1 unit
v  Jumlah Guru                             : 14 orang
v  Jumlah Murid                           : 40 orang

6)      Lembaga Adat
v  Ketua                                  : 1 orang
v  Wakil Ketua                        : 1 orang
v  Sekretaris                            : 1 orang
v  Bendahara                           : 1 orang
v  Anggota                              : 5 orang
7)      Keamanan
v  Jumlah Pos Keamanan Lingkungan           :   5 unit
v  Jumlah anggota Linmas                             : 16 orang
H.     SARANA INFRASTRUKTUR WILAYAH
(1)    Sarana Jalan                              :
a)      Jalan Provinsi (aspal)                                 :     3 km
b)      Jalan Kabupaten (tanah)                            :   17 km
c)       Jalan Lingkungan Desa (cor beton)            : 500 meter
d)      Jalan Setapak  (cor beton)                         : 500 meter
Tempat Pelelangan Karet merupakan sarana petani karet untuk
melakukan penjualan getah karet secara lelang, hibah dari
Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2010
(2)    Sarana Komunikasi :     
a)      Wartel Telkom                                 : 2 unit
b)      Warnet                                            : 2 unit
c)       Televisi/Radio                                  : 1.036 unit
d)      Parabola                                          : 16 unit
e)      Operator Telepon selluler           : Indosat, XL, Flexi, Telkomsel,
(3)    Sarana Peribadatan               :   
a)      Masjid                                 : 1 buah
b)      Mushollah                            : 3 buah
(4)    Sarana Olah Raga    :  
a)      Lapangan Sepak Bola                  : 1 unit
b)      Lapangan Bulu tangkis                 : 1 unit
c)       Lapangan Bola Volly                   : 3 unit
d)      Lapangan Bola Basket                 : 1 unit
e)      Lapangan Sepak Takraw             : 2 unit
f)       Lapangan Tenis Meja                   : 1 unit
Balai Pertemuan Desa Seritanjung.
(5)    Lain-lain      :  
a)      Balai Desa                                     : 1 unit
b)      Balai Pertemuan                            : 1 unit
c)       Bengkel Mobil                              : 2 unit
d)      Bengkel Motor                             : 2 unit
e)      Service Radio/TV                         : 2 unit
f)       Tampal Ban                                   : 2 unit
g)      Tempat Pemakaman Umum           : 8 hektar... (.......)